Header Ads

Header ADS

BREAKING NEWS :
Loading...

Singularitas Cinta di Jenewa: Sebuah Perjalanan Menembus Batas Sains dan Iman

 


Bagi Elena, Tuhan adalah anomali yang harus dihapuskan dari persamaan semesta.

Sebagai fisikawan atheis militan di CERN, Elena berdiri di garda terdepan untuk membela "fatwa" Stephen Hawking: bahwa alam semesta bisa menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan. Namun, saat detektor Large Hadron Collider menangkap data simulasi yang mustahil—sebuah pola presisi yang melampaui kebetulan statistik—dunia rasionalnya mulai runtuh.

Data itu tidak hanya membantah Hawking; ia seolah berbisik tentang sebuah Kehadiran yang selama ini Elena maki.

Di tengah tekanan elit sains global yang menuntutnya memalsukan hasil riset demi menjaga dogma ateisme, Elena bertemu Rayhan, pria yang membawa warisan teologi dari jantung Kauman. Perjalanan ini bukan lagi sekadar debat akademik, melainkan pelarian seorang pencari kebenaran yang terpojok. 

Dari dinginnya laboratorium Jenewa hingga hangatnya sujud di kaki langit Timur, Elena harus memilih: tetap memeluk kesombongan akal yang yatim piatu, atau menyerah pada singularitas cinta yang menuntunnya pulang.

435 halaman
Hardcover/Softcover Glossy
Bookpaper 57


Tidak ada komentar

Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

Diberdayakan oleh Blogger.