Header Ads

Header ADS

BREAKING NEWS :
Loading...

Menggugat Dogma Sains di Balik Logika Alam Semesta

 


APAKAH SAINS TELAH MENJADI AGAMA BARU YANG ANTI-KRITIK?

"Karena adanya hukum seperti gravitasi, alam semesta dapat dan akan menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan." Pernyataan Stephen Hawking ini telah dianggap sebagai kebenaran suci oleh jutaan orang. Namun, nalar kita yang jujur harus bertanya: Bisakah sebuah hukum (aturan main) eksis jika pemain dan lapangan pertandingannya belum ada? Bisakah sebuah tarian tercipta tanpa adanya Penari?

Buku ini adalah sebuah gugatan nalar yang berani. Ia bukan ditulis untuk membenci sains, melainkan untuk menyelamatkan sains dari dogma materialisme yang mulai tidak masuk akal. Penulis mengajak Anda melintasi Tembok Planck, membongkar analogi "balon ditiup" yang patah, dan mengungkap mengapa "kebetulan" adalah penjelasan paling tidak ilmiah yang pernah dipaksakan ke dalam otak manusia.

Di tangan Abdurrachman Al Hakim, alam semesta tidak lagi dipandang sebagai ledakan tanpa makna, melainkan sebagai sebuah coding maha karya yang menuntut adanya Sang Penulis Kode. Bersiaplah untuk melihat sains "pingsan" di hadapan logika, dan temukan mengapa mengakui keterbatasan manusia adalah pencapaian ilmiah tertinggi yang pernah ada.

Berhentilah menyembah rumus yang buntu. Mulailah menggunakan nalar yang merdeka.


Judul buku: Menggugat Dogma Sains di Balik Logika Alam Semesta

Penulis: Abdurrachman Al Hakim

Penerbit: Sriedigital Media

Ukuran buku: A5 (14,8 x 21 cm)

Jumlah halaman: 352

Cover: Softcover glossy

Kertas: Bookpaper 57

Tidak ada komentar

Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

Diberdayakan oleh Blogger.