Mataram: Imperlium yang Terbelah. Kelahiran, Luka Sejarah dan Warisan Catur Sagotra
"Sebuah imperium tidak runtuh karena serangan dari luar; ia hancur karena retakan dari dalam."
Mataram bukan sekadar nama kerajaan yang terkubur dalam buku sejarah. Ia adalah sebuah organisme besar yang pernah menyatukan tanah Jawa di bawah satu matahari, namun akhirnya harus takluk pada ego, intrik, dan siasat licik bangsa asing.
Buku ini membedah anatomi sejarah Mataram melalui sudut pandang yang jujur dan provokatif—sebuah perjalanan 600 halaman yang melintasi fajar di Hutan Mentaok hingga senjakala di meja perundingan kolonial. Abdurrachman Al Hakim, dengan ketajaman logika sains dan kedalaman narasi historis, mengajak kita menatap "Cermin Retak" masa lalu.
Kenapa satu tanah harus memiliki dua matahari? Mengapa kedaulatan kita digadaikan sepotong demi sepotong kepada kekuatan asing? Melalui drama Palihan Nagari dan tragedi Geger Sepehi, buku ini menyodorkan sebuah Penginsyafan: bahwa penderitaan rakyat berabad-abad adalah harga mahal yang harus dibayar akibat perpecahan para elite.
MATARAM: IMPERIUM YANG TERBELAH bukan sekadar dongeng kejayaan. Ia adalah peringatan bagi kita hari ini: bahwa tanpa persatuan dan kemandirian, sejarah pahit itu akan selalu menemukan jalan untuk terulang.
Hardtcover glossy
Ukuran kertas: B5 (17,6 x 25 cm)
Jenis kertas: HVS 75
Halaman: 672






Tidak ada komentar
Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).