Imperium Demak: Pewaris Geopolitik Majapahit dan Perisai Nusantara
"Jika Majapahit adalah fondasi, maka Demak adalah perisai yang menjaga marwah Nusantara di tengah badai kolonialisme."
Selama berabad-abad, sejarah Kesultanan Demak seringkali dikerdilkan menjadi sekadar dongeng mistis tentang para penyiar agama. Namun, di balik kabut mitos itu, tersimpan fakta keras tentang sebuah Imperium Maritim yang pernah membuat kekuatan Eropa gemetar.
Buku ini membongkar narasi yang terlupakan: Bagaimana Raden Patah membangun supremasi militer dari rawa-rawa Bintoro? Mengapa Pati Unus berani menerjang moncong meriam Portugis di Malaka dengan armada Jung raksasa yang menutupi cakrawala? Dan apa yang sebenarnya terjadi saat perpecahan internal di Dewan Wali Songo menjadi belati yang menikam jantung kesultanan sendiri?
"Imperium Demak: Pewaris Geopolitik Majapahit dan Perisai Nusantara" bukan sekadar kronik raja-raja. Ini adalah otopsi strategis atas kejayaan dan keruntuhan bangsa bahari. Sebuah gugatan terhadap amnesia sejarah yang memaksa kita memunggungi laut. Inilah saatnya kita menoleh kembali ke samudra, tempat di mana jati diri asli kita sebagai penguasa ombak pernah bertahta.






Tidak ada komentar
Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).