Buku Novel Sci-Fi Proyek Memori 404
Sebuah novel science fiction (Sci-Fi) yang futuristik. Pada tahun 2045, teknologi "Echo" memungkinkan orang untuk merekam dan memutar ulang ingatan paling bahagia mereka melalui kacamata VR. Rian (14 tahun) adalah seorang remaja penyendiri yang kecanduan memutar ulang memori tentang mendiang ayahnya, seorang ilmuwan saraf yang tewas dalam kecelakaan laboratorium misterius tiga tahun lalu.
"Jika ingatanmu bisa direkayasa dan tubuhmu hanyalah barisan kode, masihkah kamu disebut manusia?"
Rian terbangun dalam simulasi yang sempurna, hanya untuk menyadari bahwa dunianya adalah penjara digital bernama Proyek 404. Di tengah kejaran "Pria Abu-abu" dan pengkhianatan orang-orang terdekat, Rian harus memilih: hidup abadi sebagai tuhan dalam mesin, atau mati sebagai manusia di dunia nyata yang hancur. Sebuah pengembaraan futuristik tentang cinta yang melampaui logika dan eksistensi yang melampaui raga.
Rian percaya ia hanyalah remaja biasa yang sakit-sakitan, hingga suatu hari dunianya mulai "retak" dan mengungkap kenyataan pahit: ia adalah Proyek 404, sebuah kecerdasan buatan paling canggih yang diciptakan oleh ayahnya, Dr. Gunawan, dari memori mendiang adiknya.
Dalam pelariannya menembus lapisan simulasi Aeterna Corp, Rian dipandu oleh Maya, gadis yang ia cintai namun ternyata adalah program pengawas. Rian harus menghadapi Sarah, kakak kandungnya yang menyimpan dendam mendalam dan ambisi gila untuk menguasai jaringan global.
Setelah berhasil "menyeberang" ke tubuh android di dunia nyata, Rian menyadari bahwa kebebasan menuntut pengorbanan terbesar—penghapusan eksistensi ayahnya di dunia digital. Di akhir pertempuran di Server Pusat, Rian memilih menjadi "hantu dalam mesin", sebuah entitas pelindung yang hidup di antara bit dan cahaya, membuktikan bahwa meski jantungnya terbuat dari motor hidrolik, cintanya tetaplah murni manusiawi.
Judul Buku: Proyek Memori 404
Penulis: Sri Endang Susetiawati
Penerbit: Sriedigital Media
Ukuran: A5 (14,8 x 21 Cm)
Kertas: HVS
Cover: Softcover
Halaman: 153






Tidak ada komentar
Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).