Header Ads

Header ADS

BREAKING NEWS :
Loading...

AYAH yang Tidak Pernah Pergi: Kasih Sayang yang Tak Selalu Terucap




Setiap rumah memiliki ceritanya sendiri, namun ada satu sosok yang kisahnya sering kali tertulis dalam tinta yang tak kasatmata. Ia adalah sosok yang langkahnya terdengar di fajar yang buta dan bayangnya menghilang di balik pintu saat malam mulai larut. Kita mengenalnya sebagai Ayah.

Selama ini, kita sering kali terjebak dalam narasi bahwa kasih sayang haruslah berupa pelukan yang erat atau kata-kata manis yang menenangkan. Namun, melalui halaman-halaman buku ini, kita akan diajak menelusuri lorong waktu untuk menyadari bahwa cinta seorang ayah sering kali bekerja dalam diam, dalam ketegasan yang melindungi, dan dalam peluh yang tak pernah dikeluhkan.

Ayah mungkin tidak selalu hadir di setiap barisan kursi penonton saat kita merayakan keberhasilan kecil. Ia mungkin tampak jauh, dipisahkan oleh sekat pekerjaan dan tanggung jawab yang berat. Namun, di balik jarak tersebut, ada tangan yang tak berhenti bergerak untuk memastikan rumah tetap hangat, pendidikan tetap berjalan, dan masa depan anak-anaknya memiliki arah yang pasti.

Buku "Ayah yang Tidak Pernah Pergi" bukan sekadar catatan tentang kehadiran fisik, melainkan tentang warisan nilai dan keteguhan yang menetap di dalam jati diri seorang anak. Ini adalah pengakuan atas pengorbanan yang sering luput dari perhatian—tentang doa-doa yang dipanjatkan dalam sujud yang panjang dan integritas yang dijaga di tengah badai ujian kehidupan.


Softcover glossy

Ukuran kertas: A5 (14,8x 21 cm)

Jenis kertas: Bookpaper 55

Halaman: 181



Tidak ada komentar

Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

Diberdayakan oleh Blogger.