Tentang Penulis: Abdurrachman Al Hakim
TENTANG PENULIS
Abdurrachman Al Hakim (lahir 1968) adalah seorang penulis, penerbit, dan praktisi teknologi informasi yang memiliki minat mendalam pada persilangan antara sains, sejarah, dan nilai-nilai keagamaan. Mantan aktivis mahasiswa Bandung ini kini aktif mengelola perusahaan penerbitan miliknya sendiri sembari terus menelurkan karya-karya tulis yang transformatif. Selain produktif di dunia literasi, ia juga dikenal sebagai tenaga profesional dalam bidang Web Development, di mana ia mengelola dan membangun ekosistem digital melalui sejumlah platform web mandiri.
Jejak Akademis & Organisasi
Pendidikan tingginya ditempuh di program Pendidikan Fisika, FMIPA, IKIP Bandung (kini Universitas Pendidikan Indonesia) pada kurun waktu 1988–1993. Selama masa studi, dedikasinya dalam dunia pergerakan mahasiswa sangat menonjol, di mana ia dipercaya mengemban amanah sebagai:
- Ketua Umum Senat Mahasiswa FPMIPA IKIP Bandung periode 1991-1992
- Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung periode 1992–1993.
Peran Strategis dalam Reformasi
Namanya tercatat dalam sejarah pergerakan mahasiswa sebagai Ketua Steering Committee (SC) pada pertemuan monumental mahasiswa se-Jawa dan Bali di Bandung, November 1994. Forum inilah yang melahirkan Mandat Ciumbuleuit, sebuah dokumen kritis yang secara berani menuntut suksesi kepemimpinan nasional, penghapusan KKN, dan pencabutan Dwifungsi ABRI jauh sebelum ledakan massa 1998 terjadi.
Kiprah Profesional
Hasratnya dalam dunia literasi telah tumbuh sejak masa mahasiswa melalui berbagai tulisan di sejumlah harian dan majalah ternama di Bandung. Saat ini, Abdurrachman menekuni profesi multi-disiplin sebagai:
- Penulis Buku: Fokus pada analisis sosial-politik dan audit sejarah.
- Publisher: Mengelola perusahaan penerbitan untuk mendukung literasi kritis.
- Profesional IT: Tenaga ahli dalam bidang website development, menjembatani pemikiran tradisional dengan kemajuan teknologi digital.
Karyanya berupa buku, antara lain: "Audit Reformasi: Menggugat Pengkhianatan Mandat 1998" dan "Menggugat Dogma Sains di Balik Logika Alam Semesta" merupakan kepeduliannya pada sejarah bangsa dan dunia sains.
Melalui "Audit Reformasi", ia mengajak pembaca—khususnya generasi muda—untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi berani mengaudit jalannya kekuasaan demi menyelamatkan mandat rakyat yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata. Sedangkan melalui "Menggugat Dogma Sains", ia memberikan kritik terhadap pemahaman sains yang dianggap menyimpang, untuk kemudian perlunya sains ditempatkan secara proporsional dalam kaitan manusia memperoleh kebenaran.






Tidak ada komentar
Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).