Header Ads

Header ADS

BREAKING NEWS :
Loading...

Novel Arsitektur Jiwa: Garis Batas yang Hilang

 




Aira Surya, seorang arsitek muda yang logis, mendapati hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia "diculik" dalam perjalanan udara. Ia terjebak dalam pusaran konflik perebutan teknologi Atmospheric Energy Harvester milik ayahnya, Adrian Surya, yang selama ini ia kira telah meninggal. Adrian menciptakan sistem energi tanpa kabel yang memanfaatkan frekuensi Ionosfer bumi, sebuah penemuan yang mampu memberikan energi gratis bagi dunia, namun juga alat kendali massa yang mengerikan.

Dalam pelariannya, Aira dilindungi oleh Zayn, seorang agen misterius yang religius. Zayn mengajari Aira tentang "Titik Diam" dan bagaimana menyelaraskan frekuensi batin melalui zikir untuk menghadapi serangan senjata infrasonik. Hubungan mereka tumbuh di tengah kejaran maut—mulai dari tebing Skotlandia hingga penjara di atas kapal induk di tengah Atlantik.

Titik balik terjadi ketika Aira menyadari bahwa ayahnya bukanlah korban, melainkan dalang yang haus kekuasaan. Adrian membutuhkan verifikasi biometrik Aira yang tulus (tanpa tekanan) untuk mengaktifkan "Jantung" pemancar di Amazon. Zayn, yang sempat dikira tewas saat meledakkan kapal induk, ternyata masih hidup namun terperangkap sebagai subjek eksperimen di laboratorium bawah tanah Brazil.

Di jantung Amazon, Aira dipaksa menyerah untuk menyelamatkan nyawa Zayn. Namun, di dalam kapsul resonansi, Aira menggunakan pengetahuan arsitekturnya untuk melakukan "sabotase spiritual". Ia menyelaraskan detak jantungnya pada frekuensi destruktif 3.5 Hertz, meruntuhkan menara ayahnya dan memicu badai magnetik yang membangunkan "kemarahan" alam Amazon.

Di tengah kehancuran, muncul kejutan pahit: Aira menemukan bukti bahwa seluruh pertemuan dan cintanya dengan Zayn adalah skenario yang dirancang oleh Konsorsium Global untuk memanipulasi emosinya. Zayn adalah agen ganda yang ditugaskan menjadikannya "kunci" hidup.

Cerita berakhir dengan pengorbanan Zayn yang memilih menghancurkan dirinya sendiri (sebagai pemancar biometrik) agar Konsorsium kehilangan jejak Aira. Aira akhirnya kembali ke Jakarta sebagai sosok baru. Ia membangun firma arsitektur yang jujur, hidup dalam kesederhanaan, dan menyimpan satu butir tasbih kayu sebagai pengingat bahwa di atas segala struktur buatan manusia, ada Arsitek Semesta yang mengatur setiap resonansi kehidupan.

Judul Novel: Arsitektur Jiwa: Garis Batas yang Hilang

Genre: Technothriller / Spiritual Suspense

Penulis: Sri Endang Susetiawati

Penerbit: Srie Digital Media

Ukuran buku: A5 (14,8 x 21 cm)

Kertas: Bookpaper 55

Cover: Softcover Glossy

Halaman: 215

Tidak ada komentar

Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

Diberdayakan oleh Blogger.